1000 Cahaya

Di Bantul, Yogyakarta, Masjid Al-Muharam Brajan menunjukkan bahwa rumah ibadah bisa menjadi pelopor gerakan ramah lingkungan melalui energi surya, sedekah sampah, dan inovasi eco-masjid.

1000 CAHAYA – Di Desa Brajan, Bantul, Yogyakarta, berdiri sebuah masjid yang bukan sekadar tempat ibadah. Masjid Al-Muharam Brajan telah menjadi simbol gerakan Eco-Masjid yang menjadikan konsep ramah lingkungan sebagai bagian tak terpisahkan dari kehidupannya.

Inisiatif yang dimulai pada 2013 oleh Ketua Takmir Masjid Al-Muharam Ananto Isworo dan para takmirnya, telah membuktikan bahwa rumah ibadah juga bisa menjadi pelopor pelestarian lingkungan berkelanjutan. Selama lebih dari satu dekade, Masjid Al-Muharam Brajan secara konsisten mengimplementasikan berbagai program ramah lingkungan yang tidak hanya bermanfaat untuk jamaah, tetapi juga bagi masyarakat sekitar.

Mencari Solusi di Tengah Krisis Energi  

Desa Brajan memiliki sejarah panjang dengan masalah pemadaman listrik. Bahkan, dalam satu hari, listrik pernah padam hingga sepuluh kali, mengganggu berbagai aktivitas, termasuk pengajian rutin di Masjid Al-Muharam. Dari sini muncul kesadaran untuk mencari solusi berkelanjutan. Ananto dan timnya berinisiatif memasang panel surya, langkah pertama menuju transformasi masjid menjadi Eco-Masjid.

Masjid Al-Muharram di Brajan, Tamantirto, Kasihan, Bantul mengusung gerakan eco-masjid dengan menggunakan panel surya sebagai salah satu sumber energi listrik, Sabtu (15/7/2023). Foto: Pradito Rida Pertana/detikJateng

“Pemakaian energi terbarukan tidak hanya mengurangi ketergantungan pada energi fosil, tetapi juga menjadi wujud kepedulian kami terhadap bumi,” ujar Ananto.

Pada tahun 2013, mereka mulai merancang program Eco-Masjid, mengintegrasikan energi bersih sebagai bagian dari tujuh inisiatif ramah lingkungan.  Selama sepuluh tahun, meskipun terdapat tantangan dan kondisi di sekitar masjid akhirnya pemasangan panel surya dapat terlaksana berkat dukungan banyak pihak seperti Mozaik, Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama (NU), UMAT Semesta, Purpose, Republika, dan pihak lainnya.

Salah satu momen yang mempertegas pentingnya panel surya terjadi saat pengajian akbar dengan 500 jamaah. Ketika listrik desa tiba-tiba padam, masjid tetap terang dan acara berjalan lancar berkat energi dari panel surya.

Dengan pengalaman tersebut, pihak masjid semakin menyadari betapa pentingnya penerapan teknologi energi terbarukan tidak hanya untuk mendukung kegiatan ibadah, tetapi juga sebagai kontribusi terhadap kelestarian lingkungan. Karena itulah Masjid Al-Muharam Brajan ebagai pelopor gerakan Eco-Masjid terus berkomitmen untuk menjadi contoh bagi masjid-masjid lainnya dalam menerapkan program yang mendukung keberlanjutan bumi dan memberikan manfaat bagi jamaah dan masyarakat sekitar.

Tujuh Program Eco Masjid Al-Muharam Braja

Masjid Almuharam Brajan telah menjadi pelopor dalam gerakan Eko Masjid, dengan berbagai program ramah lingkungan yang tidak hanya mendukung keberlanjutan alam tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi jamaah dan masyarakat sekitar. Sejak 2013, masjid ini berkomitmen untuk mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan melalui tujuh program unggulan yang telah menjadikannya model masjid yang ramah lingkungan.

Masjid Al Muharram yang menjadikan sampah menjadi salah satu upaya untuk bersedekah sekaligus berkontribusi pada pelestarian lingkungan sekitar.(Foto: imiliarsantri.net)

Masjid ini memiliki 7 program utama, yakni bangunan ramah lingkungan, penghijauan sekitar masjid, memanen air hujan atau wudu, gerakan sedekah sampah berbasis masjid, masjid ramah difabel, masjid ramah anak, dan masjid dengan tenaga terbarukan.

1. Arsitektur Bangunan Hemat Energi

Masjid Al-Muharam dirancang untuk memaksimalkan pencahayaan alami dan ventilasi udara. Dengan desain ini, masjid dapat menghemat biaya listrik secara signifikan, hanya menghabiskan Rp15.000-Rp60.000 per bulan dibandingkan masjid lain yang menghabiskan hingga Rp500.000.

2. Penghijauan dan Sedekah Oksigen

Program penanaman pohon di sekitar masjid tidak hanya menciptakan lingkungan asri tetapi juga menjadi sedekah oksigen untuk masyarakat sekitar. Pohon-pohon ini membantu menjaga kualitas udara dan memberi manfaat ekologis jangka panjang.

3. Pengelolaan Air Hujan dan Wudhu

Dengan sistem pengolahan air hujan dan sumur resapan, masjid ini mampu mengatasi kekeringan di musim kemarau dan mencegah banjir saat musim hujan. Upaya ini juga menjadi langkah preventif terhadap bencana alam yang kerap melanda Bantul.

Takmir Masjid Al Muharram Bantul, menunjukkan karya dari hasil sedekah energi yang bernilai tinggi untuk dijual, Sabtu (15/7/2023). (Suarajogja/M Ilham Baktora)

4. Sodaqoh Sampah

Program unik ini mendorong jamaah menyumbangkan sampah mereka untuk diolah menjadi barang berguna. Sebagai pionir gerakan sodaqoh sampah sejak 2013, inisiatif ini kini diikuti berbagai masjid, pesantren, hingga gereja di Indonesia.

5. Masjid Ramah Anak

Berbeda dengan banyak masjid yang membatasi akses anak-anak, Masjid Almuharam Brajan justru menjadikan masjid sebagai rumah kedua bagi anak-anak untuk bermain dan belajar. Kegiatan seperti mabit (menghinap di masjid) juga diadakan untuk anak-anak.

Beberapa dari mereka bahkan menjadi relawan dalam program sodaqoh sampah. Selain itu, masjid ini juga dirancang agar ramah difabel, memudahkan akses bagi mereka untuk beribadah.

6. Masjid Ramah Difabel

Masjid Al-Muharam mengakomodasi kebutuhan dan penyandang difabel. Masjid ini menyediakan akses mudah, ruang belajar, hingga kegiatan seperti mabit yang melibatkan anak-anak sebagai relawan.  Masjid Almuharam Brajan bahkan menjadi satu-satunya masjid ramah difabel yang tercatat di Google Maps di Yogyakarta sebelum program ini diikuti oleh masjid-masjid lain.

7. Panel Surya sebagai Energi Terbarukan

Setelah bertahun-tahun, impian masjid memiliki panel surya akhirnya terwujud berkat dukungan berbagai pihak, termasuk Muhammadiyah dan NU. Kini, masjid tidak hanya hemat energi tetapi juga menjadi contoh nyata keberlanjutan.

Masjid Al-Muharam Brajan adalah bukti nyata bahwa perubahan besar dapat dimulai dari langkah kecil. Dengan mengintegrasikan keberlanjutan dalam kehidupan beribadah, masjid ini menjadi teladan bagi banyak pihak. Dalam setiap cahayanya yang berasal dari panel surya, setiap pohon yang ditanam, dan setiap tetes air yang dipanen, terkandung harapan untuk masa depan bumi yang lebih baik.

Masjid ini tidak hanya mengingatkan kita akan pentingnya menjaga hubungan dengan Sang Pencipta, tetapi juga dengan ciptaan-Nya, bumi yang kita tinggali bersama.***

Kontributor: Dinul Qoyimah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *