1000 Cahaya

Di tengah krisis sampah nasional, SMP Muhammadiyah 1 Denpasar menanamkan disiplin memilah sampah dan mengurangi plastik sebagai wujud menjaga amanah bumi.

1000 CAHAYA – Sampah telah menjadi salah satu persoalan paling serius di era modern. Indonesia, menurut data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, menghasilkan lebih dari 68 juta ton sampah setiap tahun, sebagian besarnya tidak terkelola dengan baik. Kondisi ini tidak hanya mencemari lingkungan, tetapi juga mengancam kesehatan masyarakat.

Di tengah permasalahan ini, SMP Muhammadiyah 1 Denpasar melangkah maju dengan inisiatif inspiratif: Gerakan Pengelolaan Sampah. Gerakan ini bukan sekadar langkah kecil untuk kebersihan sekolah, tetapi juga menjadi sarana edukasi siswa tentang pentingnya menjaga lingkungan, sesuai nilai-nilai Islam.

Sebagaimana tertulis dalam Al-Qur’an, “Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertobat dan menyucikan diri” (QS. Al-Baqarah: 222). Ayat ini mengingatkan bahwa kebersihan adalah bagian dari iman.

Langkah Strategis untuk Lingkungan Bersih

Foto: Kepala SMP 1 Muhammadiyah Denpasar, Mely Noor Rohmah menjelaskan praktik berkelanjutan di sekolahnya, Rabu (28/1/2026). (Ni Komang Ayu Leona Wirawan)

Dengan semangat amar ma’ruf nahi munkar, SMP Muhammadiyah 1 Denpasar telah meluncurkan berbagai program unggulan yang melibatkan seluruh warga sekolah.

Langkah pertama adalah pengurangan sampah plastik dengan kebijakan membawa tumbler dan tempat makan dari rumah. Kebijakan ini diterapkan untuk mengurangi penggunaan botol plastik sekali pakai dan pembungkus makanan yang menghasilkan limbah.

Seluruh siswa, guru, dan karyawan wajib membawa peralatan makan pribadi, sehingga kantin sekolah tidak lagi menyediakan makanan yang dikemas dengan plastik. Langkah ini berhasil mengurangi sampah plastik secara signifikan dan menciptakan kebiasaan positif di kalangan warga sekolah.

Kemudian, kantin sekolah juga telah didesain menjadi ‘Kantin Sehat’. Kantin hanya menyediakan makanan tanpa kemasan plastik.  Sebagai pengganti, penjual makanan menggunakan wadah ramah lingkungan, seperti daun pisang atau kertas food grade. Para penjual juga diwajibkan membawa peralatan makan sendiri.

Selain itu, sekolah menyediakan stasiun isi ulang air mineral gratis di beberapa titik. Program ‘Refill Air Mineral Gratis’ ini mendorong siswa untuk selalu membawa tumbler mereka dan mengurangi konsumsi botol plastik sekali pakai.

“Kami ingin menghilangkan kebiasaan membeli air minum dalam botol plastik. Dengan refill gratis, siswa juga belajar bahwa memanfaatkan sumber daya secara bijak adalah bagian dari menjaga lingkungan,”ujar Abdillah, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan sekaligus koordinator program.

Dengan stasiun isi ulang air mineral gratis, kebiasaan membawa tumbler kini meluas, mengurangi penggunaan botol plastik sekali pakai secara signifikan.

Pemilahan sampah menjadi langkah berikutnya dalam program ini. Setiap sudut sekolah dilengkapi dengan tempat sampah yang berlabel kategori berdasarkan kode bahan, seperti organik, anorganik, dan residu.

Siswa diajarkan cara memilah sampah dan menyalurkannya ke pusat pemilahan sampah sekolah. Sampah organik diolah menjadi kompos yang digunakan untuk menyuburkan tanaman di sekitar sekolah.

Sampah anorganik, seperti plastik dan kertas, dikumpulkan untuk didaur ulang melalui kerja sama dengan Bank Sampah Muhammadiyah. Sementara itu, sampah residu dikelola agar tidak terbuang sembarangan ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Tidak berhenti di situ, SMP Muhammadiyah 1 Denpasar juga mendorong kreativitas siswa melalui program pemanfaatan sampah menjadi barang berguna. Botol plastik diubah menjadi pot tanaman, sedangkan kardus bekas diolah menjadi karya seni. Sampah organik dari kantin dan dapur sekolah diolah menjadi pupuk kompos yang dimanfaatkan untuk menanam tanaman di kebun sekolah.

Para siswa dilatih untuk berpikir kreatif dalam memanfaatkan limbah yang ada di sekitar mereka. Hasil karya siswa tidak hanya dipajang di sekolah, tetapi juga menjadi inspirasi bagi masyarakat sekitar.

“Kami ingin anak-anak belajar bahwa sampah pun bisa bernilai jika dikelola dengan baik,” jelas Abdillah.

Manfaat Nyata bagi Warga Sekolah

Program ini membawa perubahan nyata. Lingkungan sekolah kini lebih bersih, asri, dan nyaman. Suasana belajar pun menjadi lebih kondusif, bebas dari bau atau pemandangan yang tidak sedap. Jumlah siswa yang izin sakit berkurang drastis karena lingkungan yang lebih sehat.

Secara ekonomi, Kantin Sehat memberikan manfaat besar. Keuntungan dari kantin digunakan untuk mendukung keberlanjutan program, seperti pembelian air mineral untuk refill dan gaji petugas kebersihan. Program ini juga turut meningkatkan produksi bibit tanaman dan karya kreatif siswa dari sampah. Sekolah menjadi lebih hijau dengan banyaknya tanaman yang tumbuh subur di kebun.

Lebih dari itu, hasil dari program ini juga dirasakan oleh orang tua siswa. Mereka menjadi lebih sadar pentingnya memilah sampah dan mulai menerapkan kebiasaan ini di rumah.

“Kami bangga melihat dampak positif ini meluas hingga ke luar sekolah. Orang tua siswa pun mendukung penuh program ini,” Abdillah menambahkan.

Menghidupkan Amanah Islam

Gerakan ini mencerminkan amanah Islam dalam menjaga bumi sebagai khalifah. Rasulullah SAW bersabda, “Kebersihan adalah sebagian dari iman” (HR. Muslim). Hal ini sejalan dengan firman Allah, “Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi setelah Allah memperbaikinya” (QS. Al-A’raf: 56).

Komitmen ini tidak hanya memberi dampak lokal, tetapi juga menjadi inspirasi bagi sekolah lain di wilayah Denpasar. “Kami berharap gerakan ini menjadi contoh, bahwa menjaga kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab bersama,” kata Abdillah.

Dengan langkah kecil seperti membawa tumbler atau memilah sampah, SMP Muhammadiyah 1 Denpasar membuktikan bahwa perubahan besar dapat dimulai dari hal sederhana. Gerakan ini tidak hanya menciptakan generasi muda yang peduli lingkungan, tetapi juga memperkuat iman mereka melalui tindakan nyata menjaga bumi.

Sebagaimana firman Allah, “Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu kebahagiaan negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bagianmu di dunia” (QS. Al-Qasas: 77).

Gerakan Hijau ini adalah bukti nyata bahwa menjaga lingkungan adalah jalan menuju keseimbangan dunia dan akhirat.***

Kontributor: Sisilia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *