
Aisyiyah Cabang Tahunan Jepara membagikan buku saku hemat energi kepada empat ranting sebagai upaya menumbuhkan budaya hemat listrik dan peduli lingkungan.
1000CAHAYA – Upaya membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya penghematan energi terus diperluas hingga tingkat komunitas. Salah satunya dilakukan Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Tahunan, Kabupaten Jepara, yang membagikan buku saku hemat energi kepada empat Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) sebagai bekal edukasi bagi para anggota di tingkat akar rumput.
Pembagian buku saku berlangsung dalam rapat pleno PCA Tahunan di Teras Masjid Al Hikmah, PRA Kecapi, Sabtu (8/8/2026). Kegiatan tersebut juga diisi dengan sosialisasi mengenai pentingnya pengelolaan energi secara bijak di lingkungan rumah tangga.
Materi disampaikan oleh Deny Ana I’tikafia, anggota PCA Tahunan yang juga Wakil Ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Jepara Koordinator Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (LLHPB). Dalam paparannya, ia menegaskan bahwa perubahan besar dalam menjaga lingkungan dapat dimulai dari kebiasaan sederhana di rumah.
“Sosialisasi tentang hemat energi perlu dilakukan oleh anggota Aisyiyah agar diteruskan hingga ke tingkat ranting. Paling tidak, dapat menumbuhkan kesadaran untuk berhemat energi di rumah masing-masing,” kata Deny.
Buku saku tersebut merupakan bagian dari gerakan 1000 Cahaya, sebuah inisiatif yang mendorong masyarakat untuk menerapkan perilaku hemat energi sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap perubahan iklim. Meski jumlah buku yang diterima terbatas, PCA Tahunan membagikannya kepada empat ranting, yakni PRA Tahunan I, PRA Tahunan Perumnas, PRA Senenan, dan PRA Kecapi.
Menurut Deny, peran perempuan, khususnya para ibu, sangat strategis dalam membentuk budaya hemat energi di lingkungan keluarga. Sebab, sebagian besar penggunaan energi rumah tangga berkaitan langsung dengan aktivitas sehari-hari yang dikelola di dalam rumah.
Ia menjelaskan, perkembangan teknologi memang menghadirkan berbagai peralatan yang memudahkan pekerjaan domestik, mulai dari kulkas, televisi, mesin cuci hingga berbagai perangkat elektronik lainnya. Namun, tanpa penggunaan yang bijak, konsumsi listrik rumah tangga akan terus meningkat.
“Banyak peralatan rumah tangga modern memudahkan pekerjaan kita. Namun apabila pemakaiannya tidak diperhatikan, kebutuhan energi listrik akan semakin membengkak,” ujarnya.
Selain menghemat penggunaan listrik, Deny juga mengajak masyarakat menerapkan langkah-langkah sederhana yang mendukung kelestarian lingkungan. Salah satunya dengan membuat sumur resapan atau biopori di rumah.
Menurut dia, keberadaan biopori bukan hanya membantu air hujan meresap ke dalam tanah, tetapi juga mengurangi limpasan air yang berpotensi menimbulkan genangan maupun banjir di kawasan yang lebih rendah.
“Penting bagi rumah tangga memiliki sumur resapan atau biopori agar air yang digunakan dapat kembali meresap ke tanah. Cara sederhana ini juga membantu menjaga cadangan air tanah,” katanya.
Ketua PCA Tahunan Maya Ermawati menyambut baik bantuan buku saku tersebut. Ia berharap materi yang diterima tidak berhenti di tingkat cabang, melainkan diteruskan kepada seluruh anggota melalui kegiatan di masing-masing ranting.
“Insya Allah buku ini akan menjadi bahan sosialisasi di tingkat ranting sehingga semakin banyak anggota yang memahami pentingnya hemat energi dan menjaga lingkungan,” ujar Maya.
Langkah kecil seperti edukasi melalui buku saku dinilai menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran kolektif. Di tengah meningkatnya kebutuhan energi dan tantangan perubahan iklim, perubahan perilaku di tingkat rumah tangga dapat menjadi kontribusi nyata dalam menciptakan kehidupan yang lebih berkelanjutan.***