Dakwah Hijau dari Rumah, ‘Aisyiyah Cibodas Dorong Peran Perempuan dalam Gerakan 1000 Cahaya
Peserta Pengajian ‘Aisyiyah Cibodas bertajuk “Dakwah Hijau dari Rumah: Ibu ‘Aisyiyah dalam Gerakan 1000 Cahaya” di Perguruan Muhammadiyah Cibodas, Tangerang, Sabtu (19/9/2026).
‘Aisyiyah Cibodas mendorong peran perempuan dalam Gerakan 1000 Cahaya melalui dakwah hijau berbasis keluarga, mulai dari penghematan energi hingga pengelolaan sampah.
1000CAHAYA — Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Cibodas menggelar pengajian bertajuk “Dakwah Hijau dari Rumah: Ibu ‘Aisyiyah dalam Gerakan 1000 Cahaya” pada Sabtu, 19 September 2026. Kegiatan ini berlangsung di Perguruan Muhammadiyah Cibodas yang diikuti oleh jamaah ‘Aisyiyah setempat sebagai upaya memperkuat kesadaran lingkungan yang dimulai dari rumah dan keluarga.
Ketua PCA Cibodas, Ibu Kartini, dalam sambutannya menegaskan bahwa kepedulian terhadap lingkungan perlu menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Ia menekankan peran strategis perempuan dalam membangun kebiasaan baik di lingkungan keluarga.
“Dakwah hijau bisa kita mulai dari rumah. Ibu-ibu ‘Aisyiyah memiliki peran penting untuk mengajak keluarga membangun kebiasaan yang lebih peduli terhadap lingkungan,” ujar Kartini.
Dalam pengajian tersebut, dua narasumber tampil membahas isu lingkungan dari sisi yang berbeda. Triningsih selaku narasumber dari 1000Cahaya Muhammadiyah, mengajak peserta menerapkan penghematan energi dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, langkah sederhana seperti mematikan lampu dan peralatan listrik saat tidak digunakan bisa menjadi kontribusi nyata setiap keluarga bagi lingkungan.
“Menghemat energi tidak harus menunggu program besar. Kita bisa memulainya dari rumah, dengan membiasakan mematikan lampu dan peralatan listrik ketika tidak digunakan serta menggunakan energi seperlunya,” kata Triningsih.
Sementara itu, narasumber lain, Alif Jihad Rais, menyoroti persoalan sampah sebagai isu lingkungan yang paling dekat dengan keseharian masyarakat. Ia mendorong agar pengelolaan sampah dimulai dari mengurangi, memilah, hingga tidak membuang sampah sembarangan dibiasakan sejak dari rumah.
“Persoalan sampah sebenarnya dimulai dari kebiasaan kita sehari-hari. Karena itu, pengelolaan sampah juga harus dimulai dari rumah, dengan mengurangi sampah yang kita hasilkan, memilahnya, dan memastikan sampah tidak berakhir mencemari lingkungan,” ujar Alif.
Materi penghematan energi dan pengelolaan sampah yang disampaikan dalam pengajian ini merupakan bagian dari semangat Gerakan 1000 Cahaya, sebuah inisiatif yang mendorong keterlibatan masyarakat dan lembaga keagamaan dalam aksi lingkungan. Gerakan ini mencakup berbagai isu, mulai dari penghijauan, efisiensi dan transisi energi, pengelolaan sampah, konservasi air, hingga peningkatan kesadaran terhadap perubahan iklim.
Melalui kegiatan ini, ‘Aisyiyah Cibodas menunjukkan bahwa dakwah hijau dapat diwujudkan lewat tindakan sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Dari rumah, setiap keluarga diharapkan dapat mulai membangun kebiasaan hemat energi, mengurangi dan memilah sampah, serta menumbuhkan kepedulian yang lebih besar terhadap lingkungan.***