
Dari Cilongok, Banyumas, Pesantren Zam-Zam menempa santri berprestasi hingga tingkat internasional sekaligus merintis budaya hemat energi dengan menjadi tuan rumah lokakarya efisiensi energi bagi pesantren Muhammadiyah.
1000 CAHAYA – Di kawasan Cilongok, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, berdiri sebuah pesantren modern yang dalam waktu relatif singkat mampu menorehkan banyak prestasi. Pondok Pesantren Modern Muhammadiyah (PPM) Zam-Zam menjadi salah satu contoh bagaimana lembaga pendidikan Islam dapat berkembang dengan memadukan tradisi pesantren dan sistem pendidikan modern.
Didirikan pada tahun 2008, pesantren yang dikenal dengan nama Muhammadiyah Boarding School (MBS) Zam-Zam ini kini berkembang menjadi salah satu pesantren Muhammadiyah terbesar di Jawa Tengah. Sejak awal berdiri, pesantren ini mengusung tiga nilai utama yang menjadi fondasi pendidikan para santri, yakni mandiri, takwa, dan prestasi.
Tiga nilai tersebut bukan sekadar slogan. Di lingkungan pesantren, nilai itu terus ditanamkan dalam berbagai aktivitas pendidikan dan pembinaan santri.
“Mandiri, takwa, prestasi adalah tiga kata sakti yang senantiasa kami gaungkan untuk menyalakan bara semangat dalam mencetak generasi Islami, berakhlakul karimah, dan berilmu pengetahuan,” demikian pesan yang kerap disampaikan kepada para santri di lingkungan MBS Zam-Zam.

Dalam perkembangannya, pesantren ini kini memiliki tiga kampus dengan fasilitas pendidikan yang relatif lengkap. Ruang kelas modern, perpustakaan terakreditasi, serta laboratorium sains seperti laboratorium kimia, fisika, dan biologi menjadi bagian dari sarana pembelajaran yang disediakan.
Tak hanya itu, terdapat pula laboratorium bahasa, laboratorium komputer, studio broadcasting, hingga studio kesenian yang memberi ruang bagi santri untuk mengembangkan kreativitas. Fasilitas lainnya mencakup masjid besar, asrama yang nyaman, unit kesehatan pesantren, hingga sarana olahraga.
Lingkungan pesantren juga dirancang untuk mendorong kemandirian santri. Sistem kantin dan minimarket di dalam kompleks pesantren bahkan telah menerapkan transaksi non-tunai atau cashless, sebuah pendekatan yang mencerminkan adaptasi terhadap perkembangan teknologi.
Namun kekuatan utama PPM Zam-Zam tidak hanya terletak pada fasilitasnya. Pesantren ini menempatkan kualitas tenaga pendidik sebagai prioritas utama. Para ustadz dan tenaga kependidikan berasal dari berbagai perguruan tinggi dengan kompetensi akademik dan pengalaman yang memadai.

Kurikulum pendidikan yang diterapkan juga bersifat integratif. Pesantren menggabungkan kurikulum nasional dengan pendekatan internasional. Pada jenjang pendidikan menengah, santri dapat memilih berbagai program unggulan seperti Tahfidz Class Program, International Class Program, serta Science Class Program.
Bahasa juga menjadi bagian penting dalam kehidupan pesantren. Para santri diwajibkan menggunakan bahasa Arab dan bahasa Inggris dalam aktivitas sehari-hari. Lingkungan bilingual ini dirancang agar santri terbiasa berkomunikasi dengan bahasa internasional sekaligus mampu mengakses literatur global.
Di luar kegiatan belajar di kelas, pesantren juga menyelenggarakan berbagai program kokurikuler. Di antaranya program umrah dan daurah bahasa Arab di Arab Saudi, pelatihan tahfidz dan tahsin Al Quran dengan metode Umi, serta English camp untuk meningkatkan kemampuan komunikasi santri.
Selain itu terdapat pula kegiatan public speaking, career day, kuliah tamu, hingga kampus tour ke berbagai perguruan tinggi. Program edutrip dalam maupun luar negeri juga menjadi bagian dari upaya membuka wawasan global para santri.

Pengembangan minat dan bakat santri dilakukan melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler. Pada bidang olahraga, pesantren menyediakan kegiatan Tapak Suci, panahan, futsal, bola basket, voli, tenis, atletik, hingga renang. Di bidang lain, santri dapat mengikuti kegiatan teknologi, kesenian, kepemimpinan, hingga kewirausahaan.
Ragam aktivitas tersebut membuahkan hasil nyata. Para santri berhasil meraih puluhan medali dari berbagai kompetisi akademik dan non-akademik, mulai dari tingkat kabupaten hingga internasional.
Rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Prof. Sofyan Anif, pernah menyampaikan apresiasinya terhadap perkembangan pesantren ini saat menghadiri kegiatan wisuda santri.
“Pondok Pesantren Modern ini menjadi salah satu kebanggaan PWM, dari sekian pesantren modern yang telah memiliki prestasi hingga tingkat internasional,” kata Sofyan.

Prestasi para santri juga tercermin dari keberhasilan mereka melanjutkan pendidikan ke berbagai perguruan tinggi ternama, baik di dalam maupun luar negeri. Dalam salah satu wisuda angkatan, puluhan santri bahkan telah diterima di perguruan tinggi sebelum prosesi kelulusan berlangsung.
Beragam capaian tersebut membuat PPM Zam-Zam tidak hanya dikenal sebagai pusat pendidikan berprestasi, tetapi juga sebagai pesantren yang terbuka terhadap inovasi dan isu-isu masa depan.
Karena itulah, pesantren ini dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan yang berkaitan dengan agenda keberlanjutan energi di lingkungan pesantren.
Upaya mendorong kemandirian energi dan budaya hemat listrik di lingkungan pesantren kini memasuki babak baru. Selama tiga hari, pada 27 Februari hingga 1 Maret 2026, Program 1000 Cahaya bekerja sama dengan Lembaga Pengembangan Pesantren (LPP) Pimpinan Pusat Muhammadiyah menggelar Lokakarya Efisiensi dan Transisi Energi Listrik di Aula Pondok Pesantren Zam-Zam Cilongok, Banyumas.
Kegiatan ini mempertemukan sekitar 40 perwakilan pesantren Muhammadiyah dari berbagai daerah untuk membahas langkah konkret penghematan energi, pengelolaan listrik yang lebih efisien, hingga peluang pemanfaatan panel surya sebagai sumber energi terbarukan di lingkungan pesantren.
Forum tersebut menunjukkan bahwa pesantren tidak hanya berperan sebagai pusat pendidikan agama, tetapi juga dapat menjadi ruang pembelajaran sosial bagi praktik keberlanjutan dan inovasi teknologi ramah lingkungan.
Bagi pengelola pesantren, keberhasilan pendidikan tetap kembali pada tujuan utama: melahirkan manusia yang berilmu sekaligus beriman.

Direktur PPM Zam-Zam, Ustadz Arif Fauzi, menegaskan bahwa ilmu yang diperoleh para santri harus menjadi ilmu yang memberi manfaat bagi kehidupan.
“Sekadar memiliki ilmu belum tentu menjadi orang sukses. Ilmu itu harus dikembangkan dengan pondasi iman yang kuat,” ujarnya.
Ia juga berpesan agar para alumni tetap menjaga nilai-nilai dasar yang telah ditanamkan selama di pesantren. “Jaga salatnya, jaga Al Quran-nya, dan jaga akhlaknya. Jika salatnya beres, insya Allah semuanya akan beres,” kata Arif Fauzi.
Pesan itu mencerminkan filosofi pendidikan yang dianut PPM Zam-Zam: keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan kekuatan spiritual.
Dari Cilongok, Banyumas, pesantren ini terus menapaki jalannya. Dengan semangat mandiri, takwa, dan prestasi, PPM Zam-Zam berupaya melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap menjawab tantangan zaman, termasuk dalam upaya menjaga keberlanjutan bumi.***
Sumber: Youtube Ponpes Zam Zam Official