
Dakwah Tak Cukup Lisan, Muballighot ‘Aisyiyah Tangerang Diajak Beri Teladan Jaga Bumi
Dakwah tak cukup lewat lisan. Muballighot ‘Aisyiyah Tangerang diajak menjadi teladan menjaga bumi melalui aksi nyata dari rumah hingga jamaah.

Dakwah tak cukup lewat lisan. Muballighot ‘Aisyiyah Tangerang diajak menjadi teladan menjaga bumi melalui aksi nyata dari rumah hingga jamaah.

‘Aisyiyah Cibodas mendorong peran perempuan dalam Gerakan 1000 Cahaya melalui dakwah hijau berbasis keluarga, mulai dari penghematan energi hingga pengelolaan sampah.

Dari layar ponsel seusai Tahajud, Deny Ana I’tikafia menyebarkan dakwah hemat energi yang kini menggerakkan ribuan perempuan di Jawa Tengah.

Kalkulator jejak karbon yang dikembangkan Muhammadiyah tak hanya mengukur emisi. Platform ini perlahan mendorong perubahan perilaku dari individu hingga komunitas.

Di tengah krisis iklim, perempuan Aisyiyah menunjukkan perubahan dapat dimulai dari komunitas. Dari bank sampah hingga energi surya, mereka memimpin gerakan dari akar rumput.

Aisyiyah Cabang Tahunan Jepara membagikan buku saku hemat energi kepada empat ranting sebagai upaya menumbuhkan budaya hemat listrik dan peduli lingkungan.

Di tengah ancaman krisis iklim, cahaya perubahan justru menyala dari akar rumput. Program 1000 Cahaya Muhammadiyah menjadikan masjid, sekolah, dan komunitas sebagai titik awal hijrah energi bersih.

Ketika sampah menjadi persoalan bangsa, Desty Eka Putri Sari bersama Bank Sampah Digital dan ‘Aisyiyah memulainya dari hal sederhana: mengubah limbah menjadi harapan.

Deny Ana I’tikafia, sosok Kartini masa kini ini sukses menggerakkan dakwah digital lewat WhatsApp untuk menanamkan budaya hemat energi dan peduli lingkungan di kalangan kader ‘Aisyiyah se-Jawa Tengah.

Dari bank sampah yang ia inisiasi di Pelawad, Desty Eka Putri Sari menyalakan 1000 Cahaya bersama ‘Aisyiyah menggerakkan perempuan, mengubah sampah jadi daya, dan menyalakan transisi energi dari akar rumput.